Tampilkan postingan dengan label music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label music. Tampilkan semua postingan

D'MASIV Raih 6 Juta Aktifasi RBT

Siapa ngga kenal dengan grup band asal Tanggerang jebolan ajang A Mild Live Wanted d’Masiv yang saat ini digandrungi oleh banyak masyarakat. Sukses dengan album berjudul “Perubahan” pada Februari tahun lalu dengan lagu-lagunya yang popular seperti Cinta Ini Membunuhku”, “Diantara Kalian”, “Merindukanmu”, “Cinta Sampai Disini” dan “Diam Tanpa Kata” melambungkan nama d’Masiv yang digawangi oleh Rian (vokal), Kiki (gitar), Rama (gitar), Rai (bass) dan Why (drum) sejajar dengan grup band terkenal lainnya.

Siapa ngga kenal dengan grup band asal Tanggerang jebolan ajang A Mild Live Wanted d’Masiv yang saat ini digandrungi oleh banyak masyarakat. Sukses dengan album berjudul “Perubahan” pada Februari tahun lalu dengan lagu-lagunya yang popular seperti Cinta Ini Membunuhku”, “Diantara Kalian”, “Merindukanmu”, “Cinta Sampai Disini” dan “Diam Tanpa Kata” melambungkan nama d’Masiv yang digawangi oleh Rian (vokal), Kiki (gitar), Rama (gitar), Rai (bass) dan Why (drum) sejajar dengan grup band terkenal lainnya.

d'MasivHanya dalam waktu 4 bulan saja semenjak luncurkan album perdana mereka d’Masiv sudah memiliki fans klub sendiri yang mana anggotanya dinamakan Masiver. Ditahun yang sama, d’Masiv juga dianugrahi plakat double platinum untuk penjualan RBT dan platinum album “Perubahan”. Kesuksesan mereka tidak berhenti disitu saja karena d’Masiv mendapat penghargaan MTV Indonesia Awards 2008 untuk kategori Most Breakthrough Artist dan Kids Choice Awards 2008 untuk kategori Grup Band Favorit.

Setahun berlalu sejak album perdana mereka dan single-single fenomenal saat ini telah menembus angka 6 Juta aktifasi RBT. Karena itu kemarin bertempat di Hard Rock Café, eX, d’Masiv dan Musica Studio’s memberikan plaka ucapan terima kasih kepada pihak-pihak terkait. “Kami sangat senang sekali kalau lagu-lagu dialbum “Perubahan” ini mendapatkan respon yang sangat positif.” Ungkap Rian.

Congrats untuk d’Masiv. Semoga tidak melupakan akar dari kesuksesan mereka….!!

Baca Selengkapnya...

St 12

Group musik yang dimotori oleh Pepep (drum) dan Iman Rush (guitar) dan diperkuat oleh Pepeng (guitar) dan Charly Van Houtten (vocalis) memang belum lama terbentuk, namun nama tersebut di atas bukanlah orang baru di duina musik.

Nama ST12 sendiri dipilih mereka sebagai nama grup karena sesuai dengan nama jalan dimana grup tersebut terbentuk yaitu di Studio OMS, Jl.Stasiun Timur No.12. "ST singkatan dari Stasiun Timur" tutur Pepep. Menurut Pepep, studio OMS selama ini sering dijadikan tempat mangkalnya para musisi senior maupun yunior di kota Kembang.

Group musik yang dimotori oleh Pepep (drum) dan Iman Rush (guitar) dan diperkuat oleh Pepeng (guitar) dan Charly Van Houtten (vocalis) memang belum lama terbentuk, namun nama tersebut di atas bukanlah orang baru di duina musik.

Nama ST12 sendiri dipilih mereka sebagai nama grup karena sesuai dengan nama jalan dimana grup tersebut terbentuk yaitu di Studio OMS, Jl.Stasiun Timur No.12. "ST singkatan dari Stasiun Timur" tutur Pepep. Menurut Pepep, studio OMS selama ini sering dijadikan tempat mangkalnya para musisi senior maupun yunior di kota Kembang.

Seperti grup-grup musik pada umumnya, ST12 mengangkat tembang-tembang bertemakan cinta dalam album perdana mereka. Menurut mereka, lagu bertemakan cinta inilah yang kuat dan laku di pasaran. "Tema cinta merupakan tema yang sangat universal dan bisa dinikmati siapa saja. Baik tua maupun muda." tegasnya.

Sebagai lagu andalan ST12 band menjagokan tembang berjudul ATSL (Aku Tak Sanggup Lagi) dan Jalan Terbaik sebagai judul album. "Kami sempat ragu memilih lagu jagoan. Mau ATSL atau Jalan terbaik. Namun setelah rembukan dengan produser dan juga mendapat masukkan dari berbagai pihak, akhirnya kami memutuskan ATSL sebagai lagu unggulan."

Lagu ATSL sendiri memiliki karakter warna musik dan lirik yang kuat. Selain itu musiknya pun sangat easy listening sehingga sangat enak didengar dan mudah diikuti."Kami sengaja menciptakan musik yang easy listening. Sehingga orang awam atau pemusik jalanan yang hanya menggunakan gitar dalam bernyanyi, dapat memainkan lagu kami," jelas Pepep.

Konsep easy listening inilah yang akhirnya dijadikan ST12 sebagai visi dan misi mereka dalam menggarap album-albumnya."Kosep ini tidak akan dirubah.Mungkin kalau toh ada perubahan,lebih condong ke warna musiknya saja. Dimana warna musik tersebut akan kami sesuaikan dengan warna musik yang up to date pada masanya," kata Pepep. Namun, lanjutnya, "Kami tidak akan menghilangkan aspek komersial. Karena itu penting untuk penjualan."

Yang pasti, ST12 berusaha memberikan yang terbaik sesuai kemampuan. Dan ST12 berharap album perdana ini bisa diterima di masyarakat luas dan dapat ikut meramaikan blantika musik Indonesia pada umumnya. (trinityproduction.com)

Baca Selengkapnya...

profil seventeen

Seventeen dibentuk di Yogyakarta oleh sekumpulan anak-anak SMU, yaitu Yudhi Rus Harjanto (Yudhi), Herman Sikumbang (Herman), dan Windu Andi Darmawan (Andi). Kemudian mereka juga mengajak Bani, sepupu Yudhi untuk bergabung. Mereka meresmikan Seventeen menjadi sebuah band pada tanggal 17 Januari 1999, jam 17.00, saat semua personelnya berumur 17 tahun.

Pada awal terbentuknya, mereka sempat kesulitan mencari vokalis. Mereka sempat tiga kali ganti vokalis sebelum Doni Johan Rudi Saputro (Doni) bergabung. Sebelumnya Doni adalah bassis dari Es Nanas, salah satu band punk Jogja. Doni sebenarnya juga bukanlah orang asing bagi Seventeen, pasalnya dia adalah sepupu dari Andi.

Dengan skuad Doni (vokalis), Herman (gitar), Andi (drum), Yudhi (gitar), Bani (bass), akhirnya pada tahun 2003 Seventeen merilis album perdananya di bawah bendera Universal Musik Indonesia. Album yang diberi judul Bintang Terpilih ini berisi 12 lagu dengan singel andalan Cobalah. Album ini lumayan sukses di pasaran dan terjual lebih dari 75 ribu keping. Beberapa lagunya juga diangkat sebagai soundtrack sinetron.

Sayangnya Universal selaku label musik mereka menutup divisi musik lokalnya, sehingga nasib Seventeen terkatung-katung hingga 2 tahun. Beruntung pada tahun 2005 Universal kembali membuka divisi musik lokal dan Seventeen bisa merilis album keduanya, Sweet Seventeen.

Masalah baru menghinggapi Seventeen ketika sang vokalis, Doni, memutuskan mundur. Band ini sempat kelimpungan mencari penggantinya hingga mereka bertemu Ifan, cowok asal Pontianak. Karakter vokalnya berbeda dengan Doni. Kalau Doni berkarakter rock dengan aksentuasi serak yang khas, Ifan lebih ngepop dengan ornamen melayu.

Pada tahun 2008, Seventeen dengan Ifan sebagai vokalisnya kembali ke dunia musik Indonesia dengan album bertajuk Lelaki Hebat. Album yang mengangkat singel Selalu Mengalah, Untuk Mencintaimu, Lelaki Hebat dan Jalan Terbaik ini ternyata sukses dan kembali melambungkan nama band Jogjakarta ini.

Baca Selengkapnya...